Ia tertidur lelap dalam dekap ibunya, dibawah terik matahari yang menggila siang itu. Kusentuh perlahan lengan ibunya yang juga terkantuk-kantuk berkeringat. ‘Bu, ini buat anaknya, buat main’ Kusodorkan sebuah tas warna-warni berisi boneka dan beberapa buku.
Matanya tak mungkin kulupa, terkejut sekaligus bahagia. Bukan receh yang ia butuhkan, bukan uang-uang kumal yang dilemparkan ke mangkuk di hadapannya, tapi perhatian sederhana saja.
‘Namanya siapa Bu?’
‘Indah’ Dan aku pun berlalu.
Siang berikutnya, ia sedang tertawa-tawa membaca buku Tiga Babi Kecil.
‘Daah Indah’ Kusapanya, ia terkejut namanya dipanggil.
Ibunya membisiki dan ia pun tersenyum, ‘Daah Kakak! Hati-hati yah!’
Hari itu hatiku sejuk.
biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.
Sabtu, 08 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar