biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.

Sabtu, 08 Mei 2010

empatsembilan

Ia tertidur lelap dalam dekap ibunya, dibawah terik matahari yang menggila siang itu. Kusentuh perlahan lengan ibunya yang juga terkantuk-kantuk berkeringat. ‘Bu, ini buat anaknya, buat main’ Kusodorkan sebuah tas warna-warni berisi boneka dan beberapa buku.
Matanya tak mungkin kulupa, terkejut sekaligus bahagia. Bukan receh yang ia butuhkan, bukan uang-uang kumal yang dilemparkan ke mangkuk di hadapannya, tapi perhatian sederhana saja.
‘Namanya siapa Bu?’
‘Indah’ Dan aku pun berlalu.
Siang berikutnya, ia sedang tertawa-tawa membaca buku Tiga Babi Kecil.
‘Daah Indah’ Kusapanya, ia terkejut namanya dipanggil.
Ibunya membisiki dan ia pun tersenyum, ‘Daah Kakak! Hati-hati yah!’
Hari itu hatiku sejuk.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar