Aku baru tiba dari atas jembatan penyebrangan, ketika kulihat semua gerobak, sepeda dan pikulan kaki lima dibawa terburu-buru oleh pemiliknya. Mereka berbondong-bondong melewatiku, berlari berpencar. Aku dapat rasakan ketakutan mereka, dibawa angin menerpa wajahku saat mereka berlari melintasiku.
Tak lama satu-dua orang mengintip ke jalanan yang sedang sedikit padat, ternyata mobil satpol-PP yang berwarna putih kotor mendekat. Dengan segerombol petugas di dalamnya. Mereka melintas tenang-tenang saja, setelah mereka berlalu pedagang pun satu per satu kembali ke tempatnya.
Aku sedih melihatnya, dan bertanya-tanya bagaimana perasaan mereka sesungguhnya, sehari-hari dikejar-kejar, diliputi rasa takut gerobak mereka digulingkan, padahal mungkin itulah hidup mereka sekeluarga.
biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar