‘Dari mana non, jarang main sekarang?’ sapa tukang kue cubit yang tak sengaja berpapasan di stasiun.
‘Dadah Kakak! Ati-ati ya!’ teriak seorang gadis pengemis di jembatan penyebrangan.
‘Baru pulang Non? Sore amat?’ tanya tukang ojek ditikungan.
‘Enggak turun di halte biasa Neng?’ sapa kenek bus yang m embangunkan ketika sampai.
‘Hei Vy, lama enggak makan di bapak deh?’ tanya tukang nasi goreng di depan kantor.
‘Neng, cirengnya masih hangat nih. Gratis deh..’ kata tukang gorengan sambil menyodorkan padaku sepotong gorengan hangat.
Sapaan-sapaan itu kutemukan siang ini di jalan yang sehari-hari kulewati, aku sedih memikirkan betapa aku akan sangat-sangat-sangat merindukannya nanti.
biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.
Sabtu, 08 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar