biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.

Sabtu, 08 Mei 2010

empatlima

Lihat bagaimana waktu mempermainkan kita. Berkejaran dengan perasaan yang tumbuh, lalu dilayukannya, lalu disentuhnya lagi jadi nyala. Kita terbata-bata, tertatih-tatih mengejar waktu yang berlari saja, terbahak-bahak melihat kita megap-megap. Dan kita berpeluh, menatap mata dan bilang satu sama lain bahwa rasa itu datang terlambat, atau terlalu cepat. Sama saja.

Akhirnya kita menyadari bahwa bukan jarak musuh hati yang paling utama, tapi waktu. Ia dapat membunuh dan lalu menyiksa tanpa peduli suara jeritku, sampai aku mengaku pilu, mengaku kalah pada sang waktu.

Kamu tahu, kini waktu sedang duduk tersenyum memandangi kita. Ia tertawa dan berkata ‘Siapa yang akan kubunuh kali ini?’

Tidak ada komentar:

Posting Komentar