Aku mengambil sepatuku pagi itu dari lemari dan lalu berpikir bahwa aku tak mungkin dapat membawa entah berapa pasang sepatu itu ke tempatku akan kuliah nanti.
Aku membereskan bukuku yang berderet-deret dan berpikir, berapa kardus dan berapa koper yang kubutuhkan untuk membawa semua bukuku ini. Bahkan sederet buku yang belum kubuka bungkusnya.
Aku membuka laciku dan melihat tumpukan alat tulis yang sering kupakai irit-irit. Aku tak mungkin membawa mereka juga. Juga tas-tasku yang menumpuk dipojok kamar.
Aku tahu saat aku kembali, aku tak akan menggunakan mereka lagi. Tapi rasanya buruk. Ditinggal memang tak enak rasanya, tapi meninggalkan lebih parah lagi.
biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.
Rabu, 21 April 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar