biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.

Jumat, 02 April 2010

duadelapan

Setelah kelelahan les dua bahasa dan belajar. Aku minta pada Doraemon-ku yang duduk diatas rak warna merah. ‘Keluarkan alat pelambat waktu. Aku butuh beberapa jam lagi dalam sehari.’ Si Doraemon itu bergeming, dengan senyum lebar menatapku menjauh, kesal.

Suatu kali lagi ketika sedang patah hati, aku bilang ‘Keluarkan alat pencepat waktu. Aku ingin cepat-cepat bulan Agustus. Aku lelah.’ Si Doraemon tetap menyengir . Aku pun pergi lagi dengan kesal.
Lalu aku datang lagi pada Doraemon-ku. ‘Aku minta alat untuk menikmati waktu. Aku sedang kesal’. Dari kantong ajaibnya, dikeluarkannya selembar kertas dan pena. ‘Alat untuk Menikmati Waktu’ Katanya dengan suara sember.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar