Masih ingatkah kamu,
Ketika bulan menjadi malu kau sanjung-sanjung?
Ketika kau bersenandung tentang bentuk awan?
Ketika kau mencuri kecupan dibawah bintang?
Ketika bilang sayang di kegelapan jalan?
Ketika kau mencari jawabku di kebisingan lalu lintas?
Ketika kau menggenggamku dibawah bulan?
Ketika jari-jari kita mempunyai mata dan senyum, menari-nari berdua?
Ketika pasukan semut merah menyerang kakiku?
Ketika menikmati makanan cireng kesukaanku?
Ketika menjanjikan seribu hitungan untukku seorang?
Ketika kau menanyakan pendapatku tentang Descartes?
Ketika kau menceritakanku dunia di masa depan, mimpi-mimpi kita?
Ketika kau mengajarku cara menumis kangkung?
Ketika kau muncul di depan pintu kayu rumahku?
Ketika kamu menyayangiku?
Aku masih.
biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar