biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.

Jumat, 02 April 2010

duatujuh

Aku heran juga menemukan seorang gadis duduk tegak di antara kursi kayu yang kaku, tangannya fasih mencoret-coret. Kukira ia akan menunduk terkantuk-kantuk. Padahal pembicaraan yang sedang didengarkannya tidaklah mudah. Filsafat Tubuh menurut Planton, judul di pintu ruang kuliah itu. Asing dengan pakaian warna-warni di antara pakaian tua di baris lainnya.

Dia mengetuk jendela kaca. ‘Pak, saya boleh ikutan kelas itu enggak?’

‘Semester barunya bulan Juli.’

‘Tapi saya ngga bisa ikut bulan Juli.’

‘Kamu kuliah dimana? Semester berapa sih?’

‘Belum mulai’

‘Enggak bisa’.

Ia pun beranjak.

Memakai tas dan gelang warna-warni, bukan artinya belum bisa berpikir seberat bapak-bapak di kursi sana.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar