Aku takut. Ketika aku kembali, bumi tanah ini sudah berevolusi entah beberapa kali. Tidak akan ada yang sama. Semuanya berubah, terseret waktu. Aku pun akan berubah, tak akan pernah pulang dengan menjadi aku yang sama seperti kupergi. Aku akan tetap menemukan seorang jedral memberi hormat tanpa lelah, tapi aku tak yakin setiap orang di kota ini akan sama. Menantiku pulang.
Lebih takut lagi, kalau nanti aku merindukan diriku yang sekarang dan aku tak bisa menemukannya. Mau kutanya pada siapa lagi kalau diriku saja tak kutemukan, kalau ia berubah dan tak dapat dikenali. Menurutmu, akankah si Jendral Menghormat masih akan mengenaliku?
Berlanjut : Jangan Lupakan Aku ya, Jendral!
biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar