biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.

Jumat, 02 April 2010

tigadua

‘Siapa yang paling kaya di kelas ini?’ tanya temanku pada sebuah kelas sore.

‘Si A tuh Si A duitnya milyaran kali’ sahutnya.

Lalu pembicaraan makin memanaskan telingaku,
‘Harga rumah lo berapa?’ tanya yang lain. Aku berusaha mengerjakan soal matematika sambil mengabaikan pembicaraan itu.

‘Nah berarti elo lebih kaya!’ pekik seorang lagi.

Aku menengok gusar, ‘Tau nggak siapa paling kaya di seluruh gedung ini?’ tanyaku.

‘Siapa?’ tanya mereka.

‘Aku. Karena aku punya ibu yang berharga lebih dari apapun di dunia ini dan adik yang sangat menyebalkan yang enggak akan mau kalian beli pake sugus sekalipun’

Aku kembali pada soal. Kelas hening.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar