Titipkan salamku pada angin, naikan ke kereta biar sampainya cepat, ya yang murah saja tanpa nomor bangku biar ia melihat banyak hal. Biar salamku melihat-lihat jurang-jurang disampingnya. Biar ia singgah di antara rumah penduduk kumuh di pinggir rel, melihat-lihat kehidupan yang belum pernah dicicipinya. Ajarkan salamku untuk berbagi tempat duduk pada ibu yang membawa anak kecil dan berbagi sandaran pada nenek yang tergopoh.
Ketika sampai, suruh ia menolong kakek yang kesulitan membawa barang. Lalu ajarkan dia naik angkot mengelilingi kota kembang. Ajak ia makan cireng,dan mencicipi bajigur. Lalu antarkan dia kepadanya. Salam rindu untuk seseorang yang telah direnggut kota itu.
biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar