biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.

Minggu, 28 Maret 2010

duaenam

Katanya sih hutan bakau. Lebih tepatnya karpet di tengah-tengah istana. Sekelilingnya rumah menjulang tinggi. Rasanya tidak melebih-lebihkan dibilang istana, toh rupanya betul meniru US Capitol atau istana megah dengan pilar-pilar. Siapa yang tinggal dalamnya? Pembantu dan dua anak.

Aku jalan menyusuri kanopi-kanopi yang rindang. Sungguh janggal rasanya pemandangan, tak begitu jauh, gedung-gedung bertingkat dan plang iklan jalan mendominasi. Si hijau ini rupanya berjuang keras untuk hidup, bertahan di antara serdadu istana yang menghimpit.

Jangan heran kalau berniat datang. Gerbang lahan hijau ini hanya serupa halte busway.Tak ada lahan parkir, seberangnya area komersil. Aku terhela, begitulah nasib si hijau yang kesepian.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar