Aku sering bertanya-tanya, apa yang dipikirkan orang-orang di meja samping yang melihat meja makan kami. Seorang bocah sibuk main PSP, kakak yang melamun ke arah jalanan , seorang ayah yang tak berhenti menekuni Blackberry-nya dan sebatang lilin yang meleleh dalam kesunyian di tengah meja makan keluarga kami malam minggu.
Kursi di meja makan keluargaku selalu hanya tiga. Aku heran kenapa restoran selalu menyediakan empat. Tidak tahukah mereka kalau tidak semua keluarga punya ayah, ibu dan dua anak seperti program KB pemerintah?
Meja makan seharusnya penuh celoteh katanya, tapi tidak tahukah mereka, kadang meja makan hanya perlu lilin yang membisu.
biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar