Kegamangan, kehampaan dan tatap kosong yang tertawa-tawa di dalam kamar. Aku rindu senyum dari seorang gadis berwajah bulat yang menyandang tas punggung berat penuh buku. Aku rindu seorang gadis yang bicara cepat tanpa titik koma yang bermimpi dapat memberi makan semua anak jalanan. Aku memimpikan seorang gadis yang dapat tertawa pada bayangannya di cermin.
Aku kehilangan ia yang minggat entah kemana dan entah kapan kembali. Berusaha setengah mati mengisi lubang kosong itu dengan setumpuk film, sederet buku dan sekelompok teman-teman khayalan yang memenuhi seluruh kamar selain kekosongan itu.
“Kumohon jangan pernah cari aku, aku tak ingin kembali” katanya sebelum beranjak.
biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar