Ada apa dengan perempuan? Aku berkaca pada cermin yang memberiku jawaban datar ‘Kau seroang perempuan’. Aku membalas ‘Aku tahu, lalu?’. Cermin pun termangu.
Kadang aku bertanya, mengapa tuhan yang maha adil memberikan sedikit lebih banyak lekukan di tubuh manusia tanpa penis ketimbang yang memilikinya. Mengapa membagi tenaga dan kekuatan sedikit lebih sedikit ketimbang pria. Mengapa membuatnya lebih cantik daripada makhluk yang lain.
‘Itu semua cuma konstruksi pasar aja. Feminisme itu perjuangan kelas’ Kata seorang wanita yang sedang kutatapi.
Oh, kalau begitu, kataku pada cermin lagi. Tak ada yang salah dengan keperempuananku. Aku hanya diberkahi sedikit lebih banyak dan sedikit lebih sedikit, seperti semua yang lain. Itu saja.
biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar