biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.

Minggu, 28 Maret 2010

dualima

Entah setelah berapa lama, aku mengeluarkan butir-butir merah yang biasanya bedebu dalam kotak kaca. Menggenggamnya kuat-kuat di dalam telapak tangan yang berkeringat di balik bantal. Aku meringkuk dalam selimutku yang umurnya lebih muda hanya 4 tahun dariku. Menutupi kepala hingga ujung kaki. Aku mencoba mengingat dan melantunkan doa yang telah kudaraskan sejak usiaku 4 tahun. Tapi kutemukan, aku terbata-bata. Mencari kata-kata yang lupa.

Entah setelah berapa lama, tubuhku yang tegang mulai melemas. Sambil masih berbisik-bisik dalam selimut aku mulai tenang. Awan kelabu yang membungkus mulai menyingkir. Aku tertidur dalam bisik-bisik yang menenangkan.

Sore itu, dalam bulir-bulir yang kugenggam, aku berdoa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar