biarkan aku kembali ke dasar, belajar menghitung satu-dua-tiga, sampai aku menemukan diriku pada hitungan yang ke-seratus. 100 kata, 100 cerita, 100 hari, untuk mencari.

Minggu, 21 Maret 2010

duapuluh

Pada pesta pernikahan rekan ibuku, aku harus berdiri diatas hak setinggi 10 centimeter selama beberapa jam. Kalau kakiku bisa bicara, pastilah kakiku akan berteriak-teriak tak karuan.

Bayangkan, kakiku yang lebar bentuknya harus dijejalkan rapat dalam selop sempit berkulit putih. Kakiku yang malang harus menahan berat tubuhku, bertumpu menjijit pada sebuah ruas telapak kaki yang kecil.

Aku takjub pada perempuan-perempuan yang dengan mudahnya berdiri anggun diatas stileto-stileto neraka itu. Ibuku bilang ‘Belum lulus jadi wanita kalau belum bisa lari diatas high heels’

I think, i wasnt born to stand on high heels, but i believe i was born to stand out.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar